part 67

1146 Kata

Sepulangnya Delano dari pabri tembakau yang tengah bermasalah, ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dikediaman sang ayah. Namun sialya, Delano sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Otaknya selalu memikirkan keadaan AIrin yang benar-benar tidak mau mengangkat panggilan telfonny. “astaga! Kenapa kamu menjadi lebih merepotkan seperti ini butet!” kesal Delano sambil menegakkan tubuhnya. Delano segera meraih ponselnya diatas nakas, ia kembali berusaha mendial nomer ponsel Airin. Satu panggilan masih tidak ada jawaban, dua panggilan masih tetap sama. Tiga tak terjawab masih belum menyurutkan niat Delano untuk menghubungi AIrin. Hingga keempat dan kelima panggilan tidak terjawab, Delano masih berusaha menunggu. Dan sungguh bersyukurnya ia saat panggilan telfon nya terjawab. “saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN