praktek

1340 Kata
Setelah selesai beres-beres semua barang-barang dan memberikan wejangan kepada Mikayla Celine pun pamit pulang ke rumah nya. Sebenarnya berat rasanya Mikayla memberikan Celine izin pulang namun Mikayla juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mikayla mengantar Celine sampai ke depan pintu dan setelah Celine masuk ke mobil dan mobil Celine melaju meninggalkan rumah Mikayla, Mikayla masuk ke dalam rumah dan segera mengunci rumah dan mandi. Saat mandi bayang-bayang film yang dia Tonton tadi di rumah madam sonia terus terbayang-bayang di pikiran nya Mikayla. "Arghh kenapa kamu terus memikirkan itu sih Mikayla." Batin nya yang akhirnya segera menyelesaikan ritual mandi nya. Beberapa menit kemudian Mikayla yang masih melilitkan handuk di tubuh dan rambut nya melihat ponsel nya dan membaca beberapa pesan dari Celine. Yang menyuruh dirinya melaksanakan apa yang sudah di perintahkan oleh Celine dan mencoba mengaplikasikan ilmu yang dia dapatkan dari madam Sonia tadi. "Mbak Celine kenapa begitu nekat banget ya nyuruh aku harus melakukan semua nya." Batin Mikayla yang akhirnya tetap menuruti kata-kata Celine. Mikayla mengeluarkan pakaian yang dia belikan dengan Celine tadi dari paper bag. "Ini yakin aku pakai pakaian begini, apa tidak dingin." Batin nya. Namun akhirnya Mikayla tetap memakai nya. Dan dia pun mengering kan rambut nya beserta memakai parfum pemberian Celine dan mengoles kan nya ke beberapa titik sesuai dengan instruksi Celine. "Makan dulu deh, lapar juga." Ujar Mikayla yang sudah selesai berdandan. Dia pun turun ke lantai bawah dengan pakaian dinas itu. Karena tadi dia dan Celine memang sudah membelikan makan malam jadi Mikayla bisa memakan makanan itu. Saat sedang asyik makan tiba-tiba pintu Mikayla mendengar suara mesin mobil yang di matikan di depan rumah nya. "Degg..." Tiba-tiba degup jantung Mikayla berdegup dua kali lebih kencang dari biasanya. Beberapa saat kemudian pintu rumah pun di buka dari luar, dan saat pintu terbuka tampak lah tubuh om Burhan yang juga menatap Mikayla yang sedang duduk di kursi meja makan sembari menatap dirinya. Kini tatapan mereka bertemu, namun dengan sigap Mikayla langsung memalingkan wajah nya. Sementara om Burhan langsung mengunci pintu dan bergegas menghampiri Mikayla. "Selamat malam sayang, kamu begitu cantik dan menggoda malam ini." Puji om Burhan yang langsung menghampiri Mikayla ke meja makan. "Te... terimakasih pujian nya om." Jawab Mikayla gugup dan menunduk. "Arghh kamu benar-benar wanita idaman Mikayla." Puja nya sembari meletakkan jari telunjuk nya di pundak Mikayla yang terbuka itu lalu menarik nya sampai ke d**a. Ada perasaan geli pada Mikayla saat om Burhan melakukan hal itu. Om Burhan pun mengecup pucuk rambut Mikayla. " Kamu wangi sekali sayang." Puja om Burhan. "Terimakasih om." Jawab Mikayla yang langsung tidak berselera lagi untuk makan. "Apa makan malam nya sudah siap?" Tanya om Burhan saat melihat Mikayla meminum segelas air. "Sudah om." Jawab Mikayla yang masih merasa canggung. "Mikayla sayang, coba lebih rileks lagi ya, tidak perlu tegang hal ini akan sering kita lakukan untuk kedepannya. Kalau kamu tegang begini bagaimana kita mau dapat chemistry." Kata om Burhan. "Iya om," jawab Mikayla mencoba santai. Om Burhan pun mencoba mengecup pundak Mikayla berlanjut ke bawah, namun tangan nya juga tidak mau diam, dia mejalar ke mana-mana. Namun tidak ada penolakan dari Mikayla. "Kita ke atas ya sayang, om sudah tidak tahan nih." Bisik om Burhan di telinga Mikayla. Bisikan itu berhasil membuat bulu kuduk Mikayla merinding. Namun Mikayla diam saja tanpa menjawab kata-kata om Burhan. "Ehh om mau ngapain?" Tanya Mikayla saat om Burhan bersiap menggendong dirinya. "Mau gendong kamu ke atas dong sayang." Jawab om Burhan. "Tidak perlu om, Mikayla bisa jalan sendiri kok." Tolak Mikayla. "Sudah diam saja, om kuat kok." Om Burhan pun mengangkat tubuh Mikayla dan menggendong nya menaiki anak tangga. Mikayla yang takut jatuh spontan mengalungkan kedua tangan nya di leher om Burhan dan mereka pun sampai di kamar atas. Memang pintu kamar itu terbuka dan om Burhan langsung menjatuhkan tubuh mungil Mikayla di atas ranjang. "Apa hari ini kau lelah cantik?" Tanya om Burhan sembari mengelus pipi Mikayla dengan jari nya. "Sedikit om." Jawab Mikayla yang kini sudah lebih santai dari yang tadi. "Tapi kau juga harus bekerja kerasa sayang, karena kau harus memberikan om mu ini kepuasan." Bisik om burhan sembari bermain di d**a Mikayla. "Awww om..." Mikayla yang merasa kegelian spontan mengeluarkan suara itu yang berhasil membuat om Burhan semakin bersemangat. Om Burhan pun melepaskan kemeja nya dan semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Dan kini dirinya sudah polos tanpa sehelai benang pun. "Om tunggu dulu," Mikayla mencegah om Burhan saat om Burhan ingin menyerang nya. "Kenapa sayang?" Tanya om Burhan yang sudah tidak tahan lagi bahkan junior nya sudah berhasil bangun sempurna. Mikayla bangkit dari tidur nya dan turun dari ranjang lalu berjongkok di hadapan om Burhan yang masih berdiri di atas lantai. Entah apa yang ada di pikiran Mikayla saat itu, yang pasti karena permainan om Burhan twid berhasil membuat dirinya mengingat film BF yang dia Tonton tadi di rumah nya madam Sonia. Dan dia pun ingin mempraktekkan nya langsung ke om Burhan. "Arghhh Mikayla..." Om Burhan tidak sanggup berkata-kata saat Mikayla menempel kan junior om Burhan ke bibir mungil nya. Lalu memberikan sentuhan dengan bibir nya. Om Burhan merasa ngilu namun ada sensasi yang luar biasa. Dan setelah nya Mikayla mencoba memasukkan semua nya ke dalam mulut nya. "Arghh Mikayla sayang, terus kan sayang teruskan." Lanjut om Burhan yang begitu menikmati permainan Mikayla. Sesuai instruksi madam Sonia jangan sampai terkena gigi, ternyata semua nya bisa di dapat begitu cepat. Mikayla bisa melakukan nya dengan baik. Walau pun awal-awal dia merasa keselek karena ukuran dan bentuk milik om burhan yang bisa di katakan lumayan namun akhirnya dirinya terbiasa. Om Burhan yang sudah tidak sanggup lagi menghentikan aktivitas Mikayla, dia pun mengangkat tubuh Mikayla, dan melemparkannya ke atas ranjang. Dengan sekali tarik pakaian dinas Mikayla pun robek dan di buang ke segala arah oleh om Burhan. "Mari kita menuju surga dunia sayang ku." Bisik om Burhan di telinga Mikayla dan mengambil alih permainan. Om Burhan mulai memberikan kenikmatan kepada Mikayla menggunakan jari dan lidah nya. Mikayla hanya bisa menutup mata sambil menjambak rambut om Burhan sangking tidak kuat nya menikmati semua nya. Mikayla yang akhirnya menikmati permainan om Burhan hanya bisa merem, karena ada rasa yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata. Setelah puas dengan pemanasan akhirnya om Burhan melakukan penyatuan. "Parfum mu begitu menggoda sayang, membuat om semakin bersemangat." Bisik om Burhan yang mencoba memasukkan milik nya ke milik Mikayla. "Benarkah om?" Tanya Mikayla dengan nafas terengah-engah. "Iya sayang ku." Jawab om burhan. Butuh waktu untuk om Burhan untuk memasukkan semua nya. Walaupun dia sudah pernah masuk dan sudah basah tetap saja masih terasa sempit Bahkan beberapa kali Mikayla meringis kesakitan namun di tenang kan oleh ciuman- ciuman om Burhan. Setelah beberapa menit kemudian om Burhan berhasil melakukan penyatuan. Om Burhan pun memberikan waktu untuk dirinya dan Mikayla untuk menyesuaikan sebelum akhirnya dia melanjutkan permainan. Mikayla yang sudah sangat-sangat menikmati permainan akhirnya hanya bisa meracau dan meringis tidak jelas yang berhasil memberikan semangat kepada om Burhan. Setelah beberapa menit kemudian mereka berdua pun sampai ke puncak kenikmatan nya. Sementara untuk Mikayla ini adalah kedua kali nya. Namun karena om Burhan tidak menggunakan pengaman terpaksa dia harus mengeluarkan nya di luar. Setelah semua nya selesai mereka pun merebahkan tubuhnya dengan nafas terengah-engah. "Terimakasih Mikayla sayang, om benar-benar puas." Ujar om Burhan sembari mengecup kening Mikayla. "Sama-sama om, Mikayla juga puas sekali." Jawab Mikayla tanpa malu-malu. Setelah beberapa menit om Burhan pun bangkit dari tidur nya dan segera membersihkan diri ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri om Burhan kembali memakai pakaian nya. "Mikayla sayang, om balik dulu ya. Kamu kalau butu apa-apa kabarin om saja ya." Pamit om Burhan. "Iya om ." Jawab Mikayla dengan wajah datar nya. Om Burhan pun keluar dari kamar itu dan meninggalkan Mikayla yang masih berbaring di bawah selimut dengan tubuh polosnya. Entah kenapa ada rasa kecewa di hati Mikayla saat om Burhan meninggalkan nya. Dia merasa kata-kata Celine benar mereka hanya lah wanita simpanan dan tidak ada yang bisa mengubah itu. Akhirnya Mikayla pun turun dari ranjang dan membersihkan dirinya juga. Setelah membersihkan diri Mikayla pun tidur karena dia juga sudah kelelahan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN