Mengobrol Dengan Om Burhan

1164 Kata
Setelah mengemasi barang-barang Mikayla Celine dan Mikayla kembali ke rumah Mikayla. Sebenarnya Mikayla merasa takut tinggal di rumah baru itu dan sudah nyaman di rumah Celine. "Mbak Mikayla takut tinggal sendiri di sana, lagian rumah itu terlalu besar untuk di tempati sendiri." Ujar Mikayla saat mereka sudah berada di mobil. "Tenang sayang, nanti kamu juga akan terbiasa kok. Lagian mau sampai kapan Mikayla mau tinggal sama mbak? Mbak sih sebenarnya tidak keberatan, tapi kan Mikayla juga perlu memikirkan masa depan Mikayla." Ucap Celine yang masih fokus menyetir mobil. Mikayla pun diam sejenak, benar kata Celine dia tidak mungkin jadi benalu terus untuk Celine. Lagian kan tujuan dia operasi plastik untuk mengubah nasib nya mungkin memang om Burhan lah jalan Mikayla bisa membalaskan dendam nya. Setelah sampai di depan rumah Mikayla mereka pun keluar dari mobil dan menurunkan koper milik Mikayla. "Kayla mbak langsung pulang ya, itu di ponsel baru kamu sudah ada nomor mbak kalau ada apa-apa hubungi mbak saja ya." Kata Celine yang memang ada urusan dengan om Aldo. "Yahh mbak jadi Mikayla sendiri nih di sini?" Tanya Mikayla yang masih merasa takut dan canggung. "Tidak apa-apa sayang, nanti juga terbiasa ya"jawab Celine santai. "Hmmm iya deh mbak, makasih banyak ya mbak. Mbak hati-hati di jalan ya." Kata Mikayla yang akhirnya mengalah. Celine pun masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan rumah Mikayla. Sedangkan Mikayla membuka pintu rumah dan masuk ke dalam. "Huh, masih tidak menyangka dengan semua ini. Ayo Mikayla semangat ini adalah awal yang baru sayang." Mikayla menyemangati dirinya sendiri. Dia pun naik ke lantai atas dan mengemasi barang-barang nya di kamar nya. Karena menurut penjelasan Celine tadi kamar di lantai atas adalah kamar Miko Mikayla. Tadi Mikayla dan Celine sempat membelikan seprei dan sarung bantal serta guling. Jadi Mikayla memasang kan nya. Setelah selesai memasang nya, sayup-sayup Mikayla mendengar ada yang mengetuk pintu. Mikayla pun segera keluar dari kamar dan turun ke bawah. "Ceklek..." Pintu pun di buka. "Selamat malam sayang." Sapa om Burhan. "Ehh om..." Mikayla langsung gelagapan saat melihat om Burhan di depan pintu. "Boleh om masuk?" Tanya om Burhan karena Mikayla masih berdiri di depan pintu. "Ohh silahkan om silahkan." Mikayla yang merasa gugup jadi salah tingkah. Om Burhan pun masuk ke dalam rumah, dan melihat sekeliling rumah. "Bagus rumah nya, apa kamu nyaman sayang?" Tanya om Burhan menatap Mikayla. "Nyaman kok om." Jawab Mikayla yang merasa Canggung dan takut. "Sini sini..." Om Burhan memanggil Mikayla duduk di sebelah nya karena dirinya sudah lebih dulu duduk di sofa ruang tamu rumah itu. Mikayla pun menurut, dan duduk di sebelah ok Burhan namun jarak nya cukup jauh. "Kenapa kita duduk nya seperti musuhan sih sayang, kita sudah melakukan semua nya jadi om rasa tidak perlu canggung atau malu lagi. Dan kedepannya pun Mikayla akan menjadi wanita om dan kita akan bertemu dan berhubungan selayaknya suami istri kedepannya." Jelas om Burhan. "Iya om, tapi Mikayla masih Canggung." Jawab Mikayla sambil menunduk. "Makanya sini dong, duduk dekat om biar tidak canggung dan terbiasa." Panggil om Burhan. Mikayla pun menurut dia menggeser posisi nya sehingga kini duduk bersebelahan dengan om Burhan. "Mikayla sudah makan?" Tanya om Burhan sambil menyelipkan rambut Mikayla ke daun telinga nya karena Mikayla terus menunduk. "Belum om." Jawab Mikayla gugup. "Mau makan apa? Biar kita pesan online saja." Lanjut om Burhan. "Terserah om saja, Mikayla ikut pilihan Om saja." Jawab nya lagi. Om Burhan memang merasa tertantang dengan pribadi Mikayla. Jika selama ini banyak wanita yang sudah dia temui terkesan agresif berbeda dengan Mikayla yang terlihat polos dan malu-malu dan hal itu berhasil membuat om Burhan geram dan penasaran dengan pribadi Mikayla. "Yaudah sebentar ya om pesan kan dulu." Om Burhan pun mengeluarkan ponsel nya dari saku nya. "Iya om" jawab Mikayla. Mikayla rileks aja sayang, om tidak memakan orang Kok. Anggap saja kamu sedang mengobrol dengan pacar mu. Jangan menunduk terus nanti leher mu bisa patah lho." Peringat om Burhan. Mikayla pun menurut dia pun mengangkat kepalanya, walaupun jantung nya masih dag Dig dug duduk di sebelah om Burhan dia takut kalau kejadian tadi malam terulang kembali. "Ohh iya kemaren perkenalan kita kurang jelas ya, boleh kita ulang lagi?" Tanya om Burhan sekedar basa basi. "Boleh om." Jawab Mikayla. "Siapa nama lengkap kamu sayang, dari mana asal Mikayla dan bagaimana latar belakang keluarga Mikayla?" Tanya om Burhan lagi. "Mikayla Anjani Putri om, Mikayla sekarang berusia 22 Tahun. Mikayla berasal dari kampung om. Dan Mikayla anak yatim-piatu dan sebatang kara." Jelas Mikayla. "Wahh maaf Mikayla om tidak bermaksud membuat kamu bersedih,om hanya ingin tau banyak tentang kamu." Ujar om Burhan saat melihat wajah Mikayla yang menahan tangis. "Tidak apa-apa om santai saja." Jawab Mikayla. "Terus kenapa kamu akhirnya mau jadi simpanan om sayang? Apa ada alasan di balik nya?" Sambung om Burhan. "Mikayla butuh uang om. Sementara Mikayla hanya lulusan SD dan mencari pekerjaan itu sudah." Jelas Mikayla jujur. "Buat om tidak masalah kamu lulusan SD atau bahkan tidak sekolah sayang, yang terpenting jika kamu bisa memberikan kepuasan di ranjang untuk om maka om akan memberikan apapun yang kamu mau." Ucap om Burhan. "Benarkah om?" Tanya Mikayla menatap om Burhan. "Tentu sayang, rumah mobil uang liburan shopping semua nya akan om berikan untuk Mikayla, bahkan om akan memberikan uang bulanan ke Mikayla sebanyak 50 juta perbulan nya." Jawab om Burhan. Mikayla mulai terbuai dengan penawaran Burhan, dengan begini dia bisa menebus sawah dan rumah ibu nya di kampung. "Tapi ingat sayang, kamu harus bersedia melayani om kapanpun om mau, menuruti semua perintah om dan menyembunyikan hubungan kita." Titah om Burhan. "Baik om." Jawab Mikayla cepat. Beberapa menit kemudian makanan mereka pun datang, mereka berdua pun makan malam bersama. Mikayla sudah mulai terbiasa dengan om Burhan. Namun saat selesai makan malam om Burhan menerima telepon yang mengharuskan dirinya pulang ke rumah dan tidak bisa menginap di sini menemani Mikayla. "Mikayla malam ini kamu tidur sendiri ya, om harus balik ke rumah." Ucap om Burhan saat panggilan nya berakhir. "Ohhb iya tidak apa-apa kok om." Jawab Mikayla bersemangat. "Yaudah om ambil kunci duplikat rumah ya, nanti kalau om ke sini tidak perlu ngetik pintu. Dan Mikayla kalau ada orang yang mengetuk pintu tidak usah di buka ya sayang." Titah om Burhan sembari melepas kunci rumah itu dari gantungan nya. "Iya om." Jawab Mikayla. "Ohh iya dan satu lagi, besok kamu dan Celine ke bank ya buat rekening dan ATM kamu. Sekalian belanja buat kebutuhan rumah ini. Kata Celine kamu belum punya rekening kan?" Tanya om Burhan. "Ohh iya om" "Yasudah uang nya nanti om transfer ke Celine, om harus pulang dulu ya, Mikayla istirahat ya." Om Burhan mengecup kening Mikayla dan Mikayla hanya diam saja karena kaget dengan perlakuan om Burhan. "Iya om, hati-hati di jalan ya." Ucap Mikayla. Mereka pun bangkit dari duduk nya dan Mikayla mengantar om Burhan sampai ke depan Pintu dan om Burhan masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya. Sementara Mikayla mengunci pintu dan segera naik ke atas ke kamar nya. Dia sedikit bahagia setidaknya dia Amna untuk malam ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN