Di dalam kamar, Emily berbaring di tempat tidurnya dan berusaha melupakan kejadian ketika Jimmy menciumnya serta mengangkat t-shirtnya. Baru kali ini, gadis itu melihat sosok Jimmy yang berbeda dari biasanya. “Em, ada apa? Apa kau baik-baik saja?” tanya Bibi May. “Em, bukakan pintunya untukkku, kumohon. Apa kau sedang sedih?” tanya Bibi May untuk kedua kalinya. Emily langsung menyeka air matanya, lalu ia mengambil tissue dan mengeringkan wajahnya yang basah terkena air mata. Kemudian, gadis itu turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu dengan langkah lunglai. Ia membuka pintu perlahan dan mendapati Bibi May masih berdiri di hadapan kamarnya. “Em, katakan padaku apa yang terjadi padamu? Kau menangis?” tanyanya khawatir. “Aku hanya sedikit sedih.” “Apa yang terjadi?”

