True Love 37 Aku melihat jam dinding di kamar sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh dan Mas Fahri belum pulang juga. Memang tadi sore dia sudah mengabari aku malam ini ia akan pulang telat, dan aku tidak menyangka sampai selarut ini. Perutku terasa lapar dan aku keluar kamar untuk membuat nasi goreng sepertinya nikmat. Saat sedang meracik bumbu aku mendengar suara pintu depan di buka dan sebelumnya aku sudah mandengar mobil Mas Fahri yang masuk garasi. Ku dengar derap kaki nya memasuki ruang tengah. Entah dia mengetahui aku di dapur atau tidak. Ku rasa dia mulai berjalan ke arahku, namun aku masih tidak menoleh ke arahnya. "Malam Sayang ku, maaf ya aku pulang larut." Bisiknya lalu meletakkan dagunya ke pundak ku "Kok pakai kaos aku sih?" Tanyanya memang sejak sore tadi habis mandi

