Lucas Durant

1533 Kata
        Setelah perjalanan panjang yang dilakukan Vallerie dan aktivitas yang juga sama melelahkannya selama beberapa hari menemani Roland Clint Fredico membuat Vallerie kecapekan. Ia sudah kembali pulang ke Indonesia dan Roland kembali ke negara asalnya. Roland tidak tetap tinggal di Indonesia sesekali saja ia akan ke Indonesia.         Mungkin salah satunya kalau dia merindukan kehangatan Vallerie diluar pekerjaan barulah Roland akan berkunjung ke Indonesia. Semenjak hubungan simbiosis mutualisme berlangsung antara Vallerie dan Roland terjalin, Lucas ditugaskan menjadi pengawal Vallerie.         Mansion mewah juga disediakan oleh Roland untuk Vallerie padahal ia mempunyai apartement sederhana yang ia miliki bersama dengan sahabatnya. Itu sebagai salah satu tanggung jawab Roland yang diberikannya kepada Vallerie karena sudah bisa menghangatkannya.         Vallerie baru saja tiba di mansion yang sudah disedikan Roland dengan Lucas yang menemaninya saat ini. Tetapi Vallerie jelas ketiduran karena ia benar-benar lelah. Lucas membangunkan Vallerie dengan menyentuh lengan wanita itu. “Vall,” “Eunghhh,” Vallerie mengucek matanya dan melihat sekelilingnya. “Mansion?” Kata Vallerie setelah sadar. Ia tidak suka berada di mansion mewah itu. Besar, luas, gagah dan indah memang tetapi ia merasa sendirian disana dan merasa sepi. Ia tidak suka. “Tuan Roland memintaku untuk mengantarmu kesini. Kalau mau kabur silahkan besok saja karena malam ini Tuan Roland akan memastikan apakah kau ada disini atau tidak.” Kata Lucas dengan tegas.         Vallerie membuka seat belt miliknya, ia sangat tahu maksud dari Lucas. Karena memang Roland akan memastikan malam ini Vallerie tinggal di mansion setelah itu Roland tidak akan menanyakannya dan itu kesempatan Vallerie untuk kembali ke apartementnya dengan sahabatnya. Walaupun sederhana yang jauh berbeda dari mansion tersebut tetapi ia tidak merasa kesepian disana.         Vallerie turun dan memasuki mansion yang sudah disediakan untuknya itu. Lucas mengikutinya dari belakang dengan membawa koper miliknya. Vallerie menuju kamar miliknya dan Lucas juga mengikutinya karena ia ingin meletakkan koper milik Vallerie.         Vallerie membuka baju yang digunakannya di depan Lucas dan meninggalkan bra dan pakaian dalam miliknya. Jelas Lucas melihat tubuh indah milik Vallerie karena Lucas punya mata. Ia tidak bisa pungkiri bahwa tubuh Vallerie memang menggoda siapapun yang melihatnya termasuk Lucas hanya saja Lucas bisa mengontrol dirinya.         Buktinya selama ini ia mampu bertahan walaupun Vallerie sudah sangat sering menggodanya. Vallerie sudah tersenyum menyeringai bagaimanapun ia tahu Lucas tergoda hanya saja Lucas sudah menahan dirinya sangat keras. Vallerie membuka bra miliknya dan melemparkannya asal. “Saya akan segera keluar. Kalau butuh sesuatu katakan saja akan saya lakukan.” Kata Lucas masih menjaga ketegasan yang dimilikinya. “Aku membutuhkan sesuatu tolong lakukan itu untukku.” Kata Vallerie duduk di atas ranjang besar miliknya sambil membuka kakinya lebar semakin menggoda Lucas. “Apa?” Tanya Lucas pura-pura tidak tahu. “Bisakah kau memuaskanku? Aku ingin memiliki milikmu itu berada di dalamku.” Kata Vallerie yang melihat kejantanan Lucas yang berada di depannya. “Maaf kalau itu tidak bisa.” Vallerie tertawa ia bangkit berdiri dan mendekati Lucas. Ia mengalungkan tangannya di leher Lucas dan mendekati telinga Lucas menghebuskan nafasnya disana membuat gelenyar aneh jelas dirasakan Lucas.         Bagaimana tidak hembusan nafas Vallerie jelas bisa dirasakannya, p******a Vallerie jelas mengenai d**a bidang miliknya dan ia bisa meraskan p****g p******a Vallerie yang mengeras. “Tolong buatkan aku makanan aku lapar.” Kata Vallerie mengatakannya dengan sensual membuat Lucas jelas merasakan hal aneh. “Baik saya akan buatkan mohon ditunggu.” Kata Lucas berusaha menahan diri. Setelah Vallerie melepaskan Lucas, pria itu segera berbalik ingin meninggalkan Vallerie. “Lucas,” Panggil Vallerie lagi membuat Lucas berbalik. “Kau membutuhkan yang lain?” Tanya Lucas. “Apakah kau mau mandi bersama denganku?” Tanya Vallerie sambil tersenyum menggoda, tanpa menjawab Lucas segera pergi meninggalkan Vallerie membuat wanita itu tertawa. “Lagi-lagi kau menolakku.” Kata Vallerie dengan lirih. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan keinginannya.   *****         Setelah selesai mandi bukannya memakai baju Vallerie segera menuju dapur. Dengan kimono pendek yang digunakannya dengan sengaja ia menggunakannya dan membuka sedikit bagian atas agar belahan dadanya terlihat ia ingin menggoda Lucas lagi.         Vallerie melihat Lucas yang dengan telaten berada di dapur, kemejanya sudah dinaikkannya sampai siku menampilkan tangannya yang berotot. Kemeja Lucas dibagian atas juga sudah terbuka dua kancing di atas Vallerie bisa melihat sebagian d**a bidang Lucas walaupun masih ada kemeja yang melekat disana.         Vallerie memeluk Lucas dari belakang dan membenamkan kepalanya di bahu pria itu dan tangannya juga sudah melekat di perut rata milik Lucas. Pria itu diam sejenak karena ia tahu Vallerie saat ini sedang menggodanya, ini bukan pertama kali baginya disaat Vallerie menggodanya seperti ini. “Kau selalu berhasil menggodaku dan membuatku basah.” Kata Vallerie dan tangannya mulai merambat turun kebawah memegang senjata pamungkas milik Lucas. Pria itu yang segera tahu maksud dari Vallerie segera membalikkan tubuhnya dan sedikit mendorong Vallerie membuat wanita itu jelas kecewa. “Saya sedang masak jangan lakukan apapun.” Kata Lucas berusaha terlihat lebih waras. Karena Lucas jelas terkejut melihat penampilan Vallerie yang saat ini sangat menggoda. Jelas Lucas tahu bahwa tidak ada apa-apa di balik kimono tersebut. “Aku sudah sangat lapar.” Kata Vallerie mengalihkan. “Sebentar lagi selesai, tunggulah.” Lucas kembali melanjutkan aksi memasaknya itu dan Vallerie memilih menungunya di ruang tengah sambil memilih tontonan film yang akan menemaninya. Vallerie memilih film yang jelas mampu menaikkan gairahnya apa lagi kalau bukan film yang berwarning itu. Vallerie memang sangat suka mengumpulkan film seperti itu agar ia tahu berfantasi bagaimana untuk memuaskan dirinya sendiri ketika ia ahli. Dari film-film tersebut Vallerie jelas banyak belajar bagaimana bisa memuaskan lawan mainnya. Vallerie sudah mulai mengikuti alur tersebut dan membayangkan bagaimana kalau Lucaslah yang melakukan itu padanya. Ia sudah membayangkan sampai sejauh sana padahal baru saja ia memulainya. “Ini makananmu.” Lucas meletakkan makanan yang sudah disiapkan Lucas beserta dengan minumannya membuat kesadaran Vallerie penuh.         Lucas jelas sudah tahu apa yang ditonton Vallerie di dapur saja ia sudah mendengarnya karena Vallerie sengaja menguatkan volumenya dan membuat Lucas mendengar dengan jelas desahan wanita yang saat ini sedang dipuaskan oleh pria yang sedang di atasnya. Lucas memilih berdiri tidak jauh di depan Vallerie membuat Vallerie kesal bukan main. “Duduklah, tidak ada Roland disini jadi kau tidak perlu seperti itu.” Kata Vallerie sambil memangku piring yang berisi steak. “Tidak perlu saya disini saja.” “Kalau kau tidak mau duduk disampingku setidaknya kau duduk disana.” Vallerie menunjuk tempat duduk yang berada di sebelah kanannya. Lucas menghela nafasnya dan mengikuti keinginan Vallerie.         Lucas seperti robot yang tidak bergeming, ia diam seribu bahasa dan tatapannya jelas kedepan. Tanpa menoleh Vallerie yang sedang makan dan juga tidak melihat film yang saat ini sedang berlangsung tetapi ia bisa mendengar desahan tersebut. Sambil makan Vallerie menikmati pandangan yang berada di depannya. Bukan film tersebut tetapi jelas wajah Lucas yang jauh lebih enak untuk dilihat. “Kau tidak makan?” Tanya Vallerie. “Nanti saja.” Jawab Lucas cuek. Vallerie meletakan steak yang sudah habis setengah itu ke atas meja. Ia sudah merasa kenyang, sedikit saja ia sudah merasa kenyang. “Apakah tidak enak?” Tanya Lucas yang melihat Vallerie sudah menyudahi aksi makannya dan tidak menghabiskannya. “Aku sudah kenyang lagian aku harus menjaga bentuk tubuhku agar tidak ada lemak menumpuk.” Kata Vallerie jujur. Ia sangat malas berolahraga maka seberusaha mungkin ia menjaga makannya agar bisa tetap memiliki tubuh yang ideal. Lucas hanya diam dan tak berniat menjawab. “Besok antarkan aku ke apartementku. Setelah aku di apartement kau bisa kembali, temui aku saat Roland sudah kembali ke Indonesia.” “Tidak bisa, saya harus berada di sisimu sesuai pesan Tuan Roland.” “Aku menginginkan privasi. Saat aku ada penerbangan kau boleh ikut tapi saat aku diapartement kau harus pergi karena aku tahu kau punya kehidupan yang lain tanpa harus menjagaku.” Kata Vallerie yang mengerti. Ia bukanlah wanita yang suka diikuti walaupun ia bisa menyuruh Lucas untuk melakukan ini itu sesuka hatinya. “Baiklah segera kabarin dan jangan lakukan kesalahan dan berniat kabur atau hidupmu akan terancam karena saya akan segera melaporkannya pada Tuan Roland.” Vallerie berdecak kesal. Ia bangkit berdiri. “Ikuti aku.” Kata Vallerie memerintah dan Lucas mengikuti Vallerie ke kamar.         Vallerie mengambil lingerie yang berada di ruang walk in closet. Ia membuka kimono yang dipakainya di depan Lucas ia tidak peduli dengan pria itu saat ini lalu menggunakan lingerie merah maroon yang sudah diambilnya lalu digunakannya. Lucas segera mengambil kimono yang diletakkan Vallerie begitu saja ketika wanita itu ke meja rias menggunakan pelembab di wajahnya. “Aku ingin tidur, temani aku.” Kata Vallerie setelah selesai menggunakan pelembab. Ia naik ke atas ranjang dan menarik selimut untuknya. “Saya akan menunggu diluar.” Vallerie yang sudah memejamkan matanya kini terbuka. “Kau tahu aku tidak suka kesepian dan kesendirian, temani aku tidur setelah itu keluar apakah sulit?” Tanya Vallerie kesal. Ia sudah sangat kesal karena Lucas dengan sikap Lucas seperti ini emmbuatnya semakin kesal. “Baiklah.” Kata Lucas akhirnya mengalah. Ia menemani Vallerie sampai ia tertidur. Lucas melihat wajah damai Vallerie yang tidur dengan nyaman.         Vallerie bukan kurang cantik mala dia wanita yang sangat cantik dan semua orang menyukainya. Semua orang pasti menyukai Vallerie termasuk Lucas hanya saja Lucas bukan pria yang hanya menginginkan s*x sehingga ia berusaha menahan diri ketika melihat Vallerie karena bagaimanapun ia pria normal. Tetapi siapakah dia dibandingkan Vallerie?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN