Ya jika ayam adalah makanan paling enak waktu ku kecil mungkin sekarang itu tidak sama lagi,
sudah sekian hari berlalu dan tak terasa waktu sangat lah cepat, usia ku sekarang sudah menginjak sepuluh tahun,
di usiaku ini aku ingat sekali ketika itu ada program acara tv di salah satu stasiun tv swasta Indonesia, aku lupa itu stasiun apa tapi yang ku ingat pasti acara waktu itu bertema tiga dimensi, waktu itu jika ingin melihat nya harus ada sebuah alat bantu sebuah kaca mata ,
semua teman teman sebaya ku mempunyai kaca mata itu dan mereka semua ketika bermain hanya berbicara tentang film yang di tayangkan di televisi dan hal apa yang mereka lihat di sana, bahkan ketika bermain pun meraka tetap memakai kaca mata itu, pernah sesekali aku meminta kepada ibu ku untuk di belikan kaca mata tersebut ya walau kaca mata itu hanya terbuat dari busa dan dua plastik merah dan biru,
tapi ibuku berkata untuk apa membeli kacamata itu ya bukan tanpa alasan ibuku berkata seperti itu bagaimana tidak waktu itu harga sebuah kaca mata seperti itu di hargai dua puluh lima ribu rupiah, ibuku berkata jika tidak ada guna nya membeli kacamata tersebut karena lebih baik uang nya di pakai untuk hal yang lain,
walau sedih dan kecewa mendengar perkataan tersebut aku hanya bisa terdiam, tidak ada yang bisa ku lakukan,
tapi tetap saja ketika kami bermain teman teman seumuran ku selalu memakai kacamata itu, pernah sesekali aku ingin meminjam kaca mata itu, tapi tidak di beri padahal aku hanya ingin membuang rasa penasaran yang ku miliki, bahkan ada yang berkata kasar dan berbicara ,
" kau minta aja la kacamata sama bapak kau di kuburan itu"
mendengar itu seolah hati ku sangat hancur, bahkan aku langsung pulang kerumah ku dan masuk kekamar dan menangis karena perkataan salah satu teman sebaya ku itu,
tapi waktu tetap berlalu dan hari pun berlalu saat itu umur ku yang sudah menginjak sepuluh tahun pun, dan sudah kelas empat sekolah dasar ,
aku ingat sekali ketika pulang sekolah, aku sedikit agak lama pulang nya , dan ketika pulang sekolah dan keluar dari pagar sekolah aku melihat sebuah kacamata tiga dimensi yang sudah rusak yang sudah tidak ada penyangga nya, ketika aku melihat hal itu lantas aku melihat ke kiri dan ke kanan melihat sekitar ada orang apa tidak karena aku ingin mengambil kaca mata yang rusak tersebut, setelah semua kulihat tidak ada orang kemudian aku dengan cepat memungut kacamata itu dan kemudian mulai memandang melalui kaca mata itu dan kulihat hanyalah langit seperti biasa tidak ada perbedaan kecuali warna karena kaca dari kacamata itu bewarna merah dan biru, setalah itu ku buang kembali kacamata itu karena telah hilang rasa penasaranku.