Rudi menutup layar teleponnya dengan perasaan bahagia. Ia tahu, ayahnya pasti memaki dirinya, yang sudah berani bercanda tentang Lisa seperti itu. “Semoga saja ibu menjadi sadar dan merenungkan apa maksud perkataanku tadi, karena aku meragukan ayahku bisa bertahan menghadapi rayuan dan godaan dari Lisa.” “Sebaiknya, aku masuk saja ke dalam kamarku, di sana sudah jelas ada godaan yang menungguku dan kalau aku terlambat, akan kehilangan kesempatan untuk malam ini,” guman Rudi, sambil terkekeh pelan. Rudi pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan benar saja, di sana sudah menunggu istrinya dengan pose yang mengundang. Rudi pun tersenyum melihatnya, ia menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya. Ke luar dari kamar mandi, Rudi pun bergabung dengan istrinya di atas tempat ti

