Rudi selama beberapa saat yang singkat, hanya terdiam saja. Ia lalu menatap tajam Mona, mencoba untuk membuat istrinya berubah pikiran. Namun, sepertinya, istrinya tidak mengubah keputusannya. Rudi menghela napasnya dan menghembuskannya, “Tentu saja, aku akan mempertemukan kamu dengan Rama dan akan kamu lihat nanti, betapa menyenangkannya berteman dengan Rama.” “Mendengarnya aku menjadi merasa lega, aku akan menyiapkan sarapan untukmu.” Mona kemudian berjalan ke luar dari kamar, meninggalkan Rudi yang menjadi pusing sendiri, memikirkan bagaimana caranya ia bisa menghadirkan Rama. Rudi mengacak rambutnya dengan rasa frustrasi, di tengah rasa pusingnya Rudi lupa untuk mematikan sambungan teleponnya dengan Rima. Sampai didengarnya suara ketawa Rima. “Tenang saja, kekasih gelapku, aku bi

