--Happy Reading-- Di kediaman keluarga Amore. Casandra meremas kuat kartu undangan yang baru saja selesai dibacanya. Kedua matanya berkilat amarah, hatinya semakin panas, darahnya seolah mendidih sampai ke ubun-ubun dan kebenciannya semakin mendarah daging. “Masih tidak tahu malu, mereka mengundang kita,” rutuk Casandra bernada kesal. “Ini kesempatan bagus, sayang,” ucap ayah Casandra dengan seringai licik. “Kita bisa gunakan kesempatan ini untuk menggagalkan pernikahan mereka.” “Menggagalkan pernikahan mereka?” tanya Casandra mengulang ucapan sang ayah. “Heeem…. Kamu ikuti saja rencana Papi dengan baik.” “Okay!” Casandra pun setuju dan mengikuti apa kata sang ayah. “Apakah kamu begitu yakin, sayang?” tanya ibu Casandra, sedikit meragukan kemampuan suaminya. “Kali ini aku sangat y

