Empat Belas """"""""""""""""""

1933 Kata

Farhan mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya ia ingin menanyakan hal lain, tapi kegembiraan Neli sekarang Farhan tidak ingin merusaknya. Farhan senang berbicara dengan Neli. Senang melihat wajah meronanya. Menerima ucapan terimakasihnya dan senang melihat sikap malu-malunya. Farhan masih belum berani bertanya perihal tangisan Neli, tapi itu bisa ditanyakan nanti. Mereka kini jalan-jalan dan makan. "Kamu sering pergi seperti ini?" "Aku tidak punya waktu." Farhan melihat orang-orang berfoto. Neli bahkan belum mengeluarkan ponsel sejak awal perjalanan mereka. "Ada apa?" Farhan menggeleng. "Ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Neli masih terus menatapnya. "Kamu tidak memotret?" "Untuk apa?" Neli sesaat diam, lalu tersenyum mengeluarkan ponselnya, "Salwa pasti suka." Farhan tersenyum lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN