Sesuai rencana. Mereka semua menikmati pagi di Pantai Pasir Padi. Dengan nasi uduk dan berbagai kue sebagai sarapan. Meta, Neli, Salwa dan Mama duduk memperhatikan suami mereka yang lomba lari. Bisa dipastikan Papa dan Athan akan kalah, tapi masih belum bisa ditebak Raihan atau Farhan yang larinya lebih cepat. “Menurut Mama, Raihan mungkin pemenangnya.” “Mungkin Bang Farhan,” kata Salwa berpendapat. Neli tersipu, “Abang lebih banyak bekerja daripada berolahraga.” “Athan juga.” “Jadi sudah bisa dipastikan kalau pemenangnya adalah Raihan,” kata Meta membuang muka. “Kenapa kamu malah tampak tidak senang begitu?” “Aku biasa saja,” kilahnya. “Bohong,” bantah Salwa. “Kenpa kamu malah tidak suka suamimu? Apa kalian bertengkar?” “Kami tidak bertengkar.” “Mungkin kamu hamil?” tanya Neli t
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


