"Apa yang kamu lakukan, Ali?!" Teriak Risma saat mendengar keributan di bawah dan mendapati keadaan putranya yang nampak kacau. Risma mendekat, dia memegangi kedua pundak putranya yang terduduk lemah di atas lantai dengan punggung menyandar pada kaki sofa. "Kamu kenapa?" Tanya Risma cemas mendapati keadaan putranya yang kacau. Bahkan ada sisa air mata yang mengering di pipi kanan putranya. Juga kedua mata putranya yang memerah. Ali menatap Mamanya dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Dia tak menjawab pertanyaan Mamanya, namun tatapannya terus menatap ke arah Mamanya. "Kamu kenapa? Bilang sama Mam....." Plop Risma dibuat terkejut saat amplop putih dengan nama rumah sakit dilempar ke arahnya. Dia menatap Ali dan amplop yang kini berada di genggamannya dengan kening mengerut. "Ini apa

