Asher telah duduk di kursi di rumah reyot itu. Sementara Yoana, berdiri dekat tempat tidur. Jarak mereka cukup jauh. Yoana yang memberi jarak. Dia terus menatap Asher penuh waspada. Dia tidak mau lengah sedikit pun sehingga kalau Asher bergerak yang mencurigakan, dia bisa memukul pria itu dengan barang-barang yang ada di sekelilingnya. Hanya itulah yang bisa dia lakukan untuk melindungi diri. "Sekarang katakan apa ingin anda dengan mengikutiku begini?" tanya Yoana tegas meski hatinya cemas. Dia ingin Asher cepat-cepat keluar dari rumahnya. "Aku hanya ingin berkunjung untuk melihat keadaanmu," jawab Asher santai. "Sekarang anda sudah melihat bukan keadaanku bukan? Terus anda belum pulang juga?" Asher menatap Yoana tajam. "Rumah ini sangat tidak layak huni, Yo. Lihat, begitu kumuh. Aku y

