(16) Pamela : Mau Nggak Mau

1771 Kata

Duniaku benar-benar runtuh dalam sedetik sewaktu papa dilarikan ke IGD. Aku nggak bisa melihat papa jatuh terkulai seperti tadi lagi. Aku hanya bisa menangis tanpa bisa berbuat apa-apa. Mama pun terduduk lemas di bangku yang ada di sebelahku sambil terisak. Ya Tuhan, jangan ambil papa. Aku masih mau bikin papa bahagia sama mama juga. S2-ku belum kelar, padahal ini impiannya papa untuk aku. Pokoknya aku belum bahagiain mereka. Tolong, kami butuh mujizatMu. Batinku berseru sekeras mungkin saat aku duduk tanpa daya di lantai. "Keluarga Pak Samuel Notonegoro?" Suara seorang pria muncul dari arah pintu yang terbuka di depan kami, membuat mama dan aku sontak berdiri. "Bu, tolong ikut saya." Aku melangkah untuk ikut masuk tapi tangan dokter menahanku. "Tapi, Dok*" "Maaf. Hanya satu orang yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN