Ada hal-hal yang aku nggak mengerti bisa terjadi. Contohnya seperti yang barusan. Entah dari mana ide brilian itu datang hingga bisa berbicara sebegitu lancarnya. Yang pasti aku sendiri merasa terkejut. Alhasil semua perkataan itu terus terngiang-ngiang di kepala, bahkan setelah makan pagi selesai. Kini aku duduk di taman, sengaja menikmati waktu sendiri untuk merenung. Sementara itu, keluarga Adams memiliki hal lainnya yang mereka lakukan masing-masing. Nada dering HP-ku berbunyi dan kulihat nama Poppy muncul di layarnya. Dia mau melakukan video call denganku. Aku sangat yakin bahwa ada sesuatu yang penting yang dia mau bicarakan jika sudah seperti ini. Aku memasang wajah gembira sebelum menjawab panggilannya. "Hei, Pop. What's up, yo?" sapaku riang. "Pam! Kenapa kamu nggak bilang pap

