"Ma jemput Ina sudah datang nih." "Iya sebentar..!" Pagi itu dimulai dengan tergesa-gesa. Suara klakson yang memanggil di depan rumah menjadi tanda bahwa perjalanan panjang dari Bandung menuju Yogyakarta segera dimulai. Miranda berlari kecil dari dapur, melepas putri tunggalnya dengan doa-doa yang diselipkan dalam pelukan hangat. Ingat pesan Mama ya sayang jangan jauh-jauh dari temannya. "Iya Ma..." Ina mencium pipi mamanya, sebuah pamit yang biasa, namun kali ini terasa berat karena ada ini pertama kalinya Ina perjalanan jauh tanpa Mamanya. Tujuh jam perjalanan akan mereka lewati di depan mata. Di dalam bus, suasana begitu hidup. Naswa, sahabatnya duduk di sampingnya Ia berceloteh tentang rencana-rencana seru, sementara Ina hanya mampu menyuguhkan senyum manis yang dipaksakan. Dia

