(POV IBU FITRI)
Mendengar ada mobil yang berhenti di depan rumah ibunya Fitri lekas membukakan pintu karena mungkin itu adalah Fitri yang baru pulang.
Setelah pintu dibuka ternyata benar.
Tanpa bersalaman dengan ibu Bu Fitri langsung masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar.
Melihat itu ibunya Fitri heran karena tidak biasanya Fitri seperti itu, sang ibu kemudian menyusul Fitri ke kamar tapi kamarnya itu dikunci.
"Tok tok tok.... Fitri mandi dulu nak habis itu baru istirahat"
Tapi tidak ada respon dari Fitri.
Sang Ibu pun membiarkannya, dia mungkin menganggap mungkin sudah tidur karena kecapean.
Keesokan harinya ayahnya Fitri pulang dari luar kota, di rumah sang ayah menanyakan keberadaan Fitri,
"Dimana Fitri buk? kok tumben gak nyambut ayah?"
"Dia belum bangun pak, masih capek mungkin semalam baru pulang dari naik gunung"
"Naik gunung sama siapa bu?"
"Sama si Irul dan temannya"
Ayah Kemudian istirahat ke dalam kamar.
Siang harinya, sang Ibu sudah menyiapkan makanan di meja makan untuk makan siang bersama dan siang itu Fitri belum juga bangun dari tidurnya.
Sang ayah berinisiatif untuk membangunkan Fitri, Dia mengetuk pintu kamarnya Fitri sambil mengajaknya makan. Tidak lama kemudian Fitri membukakan pintu dan tanpa menghiraukan ayahnya, Fitri langsung berjalan ke meja makan.
Melihat Fitri yang seperti itu sang ayah bingung, karena tidak biasanya Fitri seperti ini.
Sang ayah kemudian menyusul Fitri ke meja makan yang di situ sudah ada sang ibu yang sedang menyiapkan makanan.
Melihat Fitri yang masih berpakaian seperti semalam sang ibu menegurnya,
"Ya ampun Fitri, belum mandi kamu?, mandi dulu sana sekalian ganti bajunya"
Fitri hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya.
Lalu sang ayah menyela pembicaraan mereka berdua,
"Udah bu biarin, yang penting sekarang kita makan dulu, ayah sudah lapar"
Akhirnya Ya udahlah, sang ibu membiarkan Fitri dalam kondisi seperti itu kemudian mereka makan.
Ketika sedang makan Fitri ini terlihat aneh, tidak biasanya Fitri makan se-lahap ini, seakan-akan Fitri ini ini sudah tidak makan beberapa hari.
Melihat itu sang ayah bertanya,
"Pelan-pelan makannya nak"
"Oh Iya katanya semalam habis naik gunung? Gimana seru?", lanjut sang ayah.
Fitri hanya meresponnya dengan menganggukan kepala sambil terus makan dengan lahap.
Karena ada yang aneh dengan Fitri ayah dan ibu saling menatap heran.
Setelah selesai makan Fitri langsung bergerak meninggalkan meja makan dan kembali ke dalam kamar tanpa pamit dan tanpa minum air.
Kedua orang tuanya Fitri semakin heran dibuatnya tapi mereka masih menganggap mungkin Fitri ini masih capek atau mungkin dia sedang ada masalah dengan teman sebenarnya kemarin.
Singkat cerita sore pun tiba, sore itu terlihat Fitri keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi, sang Ibu menganggap mungkin Fitri akan mandi tapi sudah hampir masuk waktu maghrib Fitri tidak juga keluar dari kamar mandi.
Karena penasaran ibunya Fitri menyusulnya ke kamar mandi.
Di bukalah pintu kamar mandi itu yang kebetulan tidak terkunci, ternyata di dalam kamar mandi itu Fitri tidak mandi melainkan merendam kepalanya di dalam bak mandi.
Spontan ibunya Fitri kaget melihatnya, dia berteriak Memanggil Ayah sambil berusaha menarik tubuh Fitri dari pinggir bak mandi.
Tidak lama kemudian sang ayah tiba di kamar mandi dan ikut membantu menarik badannya Fitri, terlihat Fitri ini sedang menangis tersedu-sedu, lalu sang ayah menggandeng Fitri dan duduk di ruang tengah untuk menanyakan apa yang terjadi padanya.
Ketika ditanya Fitri yang tadinya menangis sekarang tiba-tiba tertawa dan suaranya itu lain dari suara Fitri, seperti suara kuntilanak.
"Bu, Fitri kenapa ini?", tanya ayah pada sang ibu.
"Gak tau yah, tau-tau dia tadi berada di kamar mandi dalam kondisi seperti itu"
"Coba tanya ke Irul, mungkin dia tau"
Sang ibu kemudian pergi ke rumahnya Irul untuk menanyakan.
Nah belum sampai Irul datang ke rumahnya Fitri, terlihat Fitri ini sedang lari ke Jalan Raya dan dikejar oleh sang ayah.
Melihat itu Irul pun bergegas ikut lari menyusul Fitri. Sesampainya di pinggir jalan raya terlihat ada sebuah mobil truk yang melaju sangat cepat dan akan menabrak Fitri.
Untungnya dengan Sigap sang ayah langsung menarik tubuhnya Fitri dari pinggir jalan sehingga Fitri tidak jadi tertabrak, dan... Ada yang aneh dengan truk yang akan menabrak Fitri.
Menurut Irul yang yang masih ada di belakang ternyata truk yang akan menabrak Fitri itu tidak ada pengemudinya, alias kosong, truknya berjalan sendiri dan lampu truknya tidak menyala.
Sang ayah kemudian menggendong Fitri kembali ke dalam rumah yang dibantu oleh ibunya, sesampainya di depan rumah tanpa disengaja ibunya Fitri melihat ke arah lantai dua rumahnya, di situ terlihat ada seorang yang sedang mondar-mandir di balik jendela gorden dan itu hanya terlihat bayangannya.
Ibunya Fitri tidak ingin berpikir aneh-aneh dulu dia menganggap mungkin yang jalan mondar-mandir itu adalah pembantunya meskipun sebenarnya kamar pembantunya ini ada di lantai bawah.
Sesampainya di dalam rumah sang ayah menidurkan Fitri yang dalam keadaan tidak sadar di sofa ruang tamu.
"Kenapa ini tadi yah?", tanya sang ibu.
"Ga tau tiba-tiba dia lari keluar dan ayah langsung mengejarnya", jawab sang ayah.
"Sebenarnya dari pulang semalam dia sudah aneh, dia lebih diam tidak banyak bicara", sahut Irul.
"Emangnya apa yang terjadi pada Fitri Rul?", tanya Ayah.
"Saya juga ga tau om"
Ketika sedang sibuk membahas soal itu tiba-tiba Fitri bangkit dari tidurnya dan langsung lari ke lantai 2, spontan mereka semua ikut mengejarnya tapi keberuntungan tidak memihak pada Fitri, dia loncat dari lantai dua hingga tidak sadarkan diri.
Fitri langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk ditangani, beberapa hari setelah itu dokter menyatakan kalau keadaan Fitri ini Koma akibat kejadian malam itu.
Singkat cerita sudah hampir 2 tahun keadaan Fitri seperti itu hingga pada suatu ketika ada satu rombongan pendaki temannya itu yang datang ke rumah sakit yang menyatakan bahwa dia pernah bertemu dengan Fitri di gunung.
Setelah mendengar penjelasan dari rombongan pendaki itu ibunya Fitri berinisiatif untuk menanyakan hal ini kepada orang pintar.
Pergilah sang ibu ke orang pintar tersebut dan menjelaskan semuanya, menurut orang pintar itu sakit yang dialami Fitri ini memang bukan karena medis melainkan karena hal gaib.
Yang ada di tubuh Fitri selama itu Ternyata bukan Fitri yang sebenarnya melainkan sosok kuntilanak yang menguasai raganya Fitri dan menginginkan Fitri mati.
Kalau sosok yang menguasai raga Fitri itu ada kuntilanak lalu di mana jiwa Fitri berada?
Menurut orang pintar itu jiwanya Fitri sedang terperangkap di alam gaib Tempat Terakhir ia pergi ke gunung dan qorinnya Fitri sempat menemui Abi untuk menyampaikan pesan bahwasanya dia ini ini butuh pertolongan untuk mengeluarkannya dari alam gaib.
Ibunya Fitri bertanya Bagaimana caranya agar jiwanya Fitri bisa terbebas dari alam gaib?
Menurut orang pintar itu yang bisa menyelamatkan jiwanya Fitri dari sana hanya orang yang pernah berkomunikasi dengan qorinnya itu yaitu Abi, di sisi lain Abi mempunyai khodam pendamping dari keturunannya yang bisa membebaskan jiwanya Fitri dari sana.
Maka dari itu ibunya Fitri meminta Irul untuk mengajak Abi pergi mendaki ke gunung Merbabu, sesuai arahan dari orang pintar itu.
Singkat cerita akhirnya Abi bisa membebaskan jiwanya Fitri dari alam sana hingga sekarang Fitri bisa hidup normal dan menikah dengan Abi serta di karuniai 1 orang anak laki-laki dan hidup bahagia.
END