Cahaya mengerjapkan matanya berkali-kali. Pandangannya yang kabur perlahan menjadi jelas. Dia berada di sebuah ruangan yang asing baginya. Bisa terlihat jelas dari balik lobang dinding rumah itu, bahwa keadaan di luar sana sudah mulai menggelap. Kemudian dia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi kepada dirinya. Dia ingin menemui Jihan dan Wulandari tetapi saat dia membuka pintu rumah, dia sudah tidak ingat apa-apa lagi saat seseorang memukulnya hingga tidak sadarkan diri. “Lan, Wulan,” tegur Cahaya. “Bu Aya.” “Apa yang terjadi?” Cahaya kemudian menyadari bahwa dia dan Wulandari saat ini sedang duduk dengan tangan mereka terikat ke belakang. “Jihan!” ucap Cahaya kali ini melihat Jihan yang datang menghampiri mereka. “Hai Bu Aya,” sapa Jihan tersenyum misteri. Jihan menyeret sebua

