“Pa, Ma kami berangkat ya,” pamit Langit dan Zanitha melambaikan tangan kepada Surya dan Cahaya. Senyum ceria kedua buah hatinya, adalah sebuah anugerah yang patut disyukurinya. Setelah melewati badai yang begitu besar, hubungan rumah tangga Surya dan Cahaya kembali seperti semula. Walaupun Surya sementara harus duduk di kursi roda sehingga dia tidak bisa kembali bekerja. Akhirnya perusahaan tetap diserahkan kepada Agung. Bagi Cahaya, inilah mungkin takdir yang dijalaninya. Dia hanya mengikuti proses kehidupan. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan. Saat dirinya terbangun dan kembali kepada tubuhnya, di situ dia sadar bahwa kata maaf itu mempunyai efek yang begitu besar baginya. Memaafkan Surya, memaafkan Wulandari dan memaafkan dirinya, membuat hatinya tenang dan damai. “Kamu mau m

