"Kenyataan bahwa hanya beberapa hari bersamamu membuatku kebingungan setelah kembali ke rutinitas harianku membuatku kesal dengan diriku sendiri. Bagaimana aku bisa melakukan hal semacam ini?” **** -Satu bulan kemudian- "Apa yang kau lakukan di sana, Arsila? Kau hampir menembakku, sebenarnya kau mengerti cara bermainnya atau tidak?” "Arsila! Jangan diam saja, maju- aish... bagaimana bisa seperti ini? Musuh kita banyak sekali!" "Hey! Urus karakter-karakter aneh itu! Kenapa kau hanya membiarkan mereka lolos? Mereka ada untuk dikalahkan." Aku memutar bola mataku. Entah kenapa bermain game bersama senior-senior ku selalu berjalan dengan buruk, mereka semua terlalu bersemangat sampai telingaku sakit. "Senior, kalian semua terlalu berisik!" teriakku kesal, sayangnya mereka sama sek

