“Jika kau bertanya siapa aku, maka aku akan menjawab jika aku adalah seorang professional overthinker.” *** “Ada apa lagi? Kenapa wajahmu selalu ditekuk seperti itu?” Itu adalah kalimat sapaan Frederick saat aku masuk ke dalam ruangannya. Dia berhenti melakukan push up dan memintaku untuk mengambilkan handuk kecil yang dia letakkan di atas kasurnya. “Arisha ada di sini,” kataku. “Jangan katakan padanya tentang rekaman cctv itu.” “Kenapa?” tanyanya, lebih terdengar seperti ledekan. “Kenapa aku tidak boleh mengatakan tentang rekaman itu padanya?” “Karena aku sudah memancingnya tetapi dia mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apapun tentang itu,” jelasku, aku ikut duduk di lantai. “Aku sudah memancing Gabriel dan Arisha tetapi mereka masih tidak ingin mengatakan yang sejujurnya.”

