18

2099 Kata

"Nggak, gue gak harus ngelakuin itu," "Tapi gue gak mau tersorot media dengan berita sebagai calon tunangan Layla," "Tapi gak harus pake pengumuman abal-abal di kantor juga, kan ?" "Idenya si Rafa emang gak ada benernya. Arrggh !! Ini menyebalkan !" Arini menatap kakaknya dengan sorot malas. Sedari tadi Rendra tak bisa berhenti berjalan bolak-balik di kamarnya dengan berbagai lontaran kalimat bimbang dari mulutnya. Tak seperti biasa kakaknya bertingkah seperti itu. Mengingat betapa dingin dan cueknya Rendra, ia tak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Namun nyatanya, akhirnya hal paling bodoh tersebut terjadi juga pada diri Rendra. "Bro, lo kenapa ? Kepala lo gak kejedot sesuatu di kantor, kan ?" Tanya Arini jengah dari ambang pintu kamar Rendra. "Hush jangan ganggu gue, gue lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN