10

1790 Kata

Setelah aku dan Alya melakukan kencan untuk pertama kalinya, cara itu berhasil membuat ayah percaya dengan kebohongan kami. Untuk beberapa saat aku merasa bersalah karena melibatkan Alya. Namun hanya dia yang bisa kumintai tolong. Aku nggak sudi melakukan hubungan ini dengan perempuan manapun selain Alya. Bukan karena aku menyukainya, karena Alya lebih bisa menjaga image dan lebih bisa tutup mulut. Aku sendiri juga tak mau bersikap sebegitu arogan dan pemaksa, tapi sifat keras kepala Alya hanya bisa dilembekkan dengan itu saja. Lagian, seumur hidup aku baru tahu ada juga spesies manusia seperti itu. Keras kepala, workaholic, tak memandang wajah sekaligus harta dan bermulut tajam. Ponselku berdering. "Halo." "Yo. Besok gue, Aldi, Rizky sama Selma sekeluarga bakal ke rumah lo. Biasala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN