Menyakitkan !

350 Kata
Cermin itu memantulkan cahaya dari celah gereja tampak bayangan gadis dengan gaun kelasik yang bercampur bordir anggun nan cantik tubuh milik Ruby senyumnya menambah kesan bahagianya bak bidadari yang turun dari bumi. Jimmy pun tak kalah menawanya bak pangeran dengan setelan jas yang tampak serasi pula. Sungguh hati Ruby enggan senang, ia jengah dengan keputusan yang menimpanya mungin jika adiknya takkan meninggalkannya posisi ini pasti masih di tempati oleh adiknya. Ruby pun tau jika pria yang harus menjadi suaminya itu sangat mencintai Laura yang  adalah adik tirinya masih teringat dnegan jelas di memory Ruby dirinya memegam tangan aadiknya itu yang sudah meloncat dari gedung bertingkat "Lepaskan kan aku kak jangan menolongku aku ingin mati saja aku sudah tidak sanggup" mata Ruby tak bisa lagi menahan air matanya hingga jatuhlah peluh itu tiada henti mulutnya melolong meminta bantuan berharap ada yang mendengar suaranya meminta tolong. "Kakak mohon jangan seperti ini Laura mari bicara dengan baik apa kemauanmu dan tolong naiklah " namun hanya gelengan Laura yang menyambut. "Lepaskan aku kak biar aku mati saja lagipula papa dan mama sudah tak perduli denganku hiks...hiks" tekat Laura cukup kuat "Bukankah sebentar lagi menuju hari pernikahanmu jadi naiklah kumohon" bujuk Ruby yang berharap adiknya itu mau mengubah pendirianya untuk bunuh diri. "Sudah cukup kak aku tak sanggup lagi berbohong ..hiks...hiks aku sama sekali tidak mencintai Jimmy ,benar Jimmy mencintai ku tapi aku tidak ,semua ini aku lakukan demi menyelamatkan perusahaan papa dari kebangrutan kak ..hiks" mata Ruby membola mendapat pengakuan adiknya air matanya semakin deras tak sanggup terbendung. "Maafkan aku kan selalu merepotkanmu,katakan pada mereka aku menyayangi mereka" Laura dengan cepat menghepaskan tubuhnya dari jeratan tangan sang kakak. Ruby tersentak mundur hingga melepaskan kaitan tangan sang adik iya begitu terpukul ketika tak sanggup lagi melihat tubuh adinya yang bersimbah darah di lantai dasar.terdengar suara langkah berlari kaki pria itu menuju Ruby yang tak lain adalah Jimmy. Tubuh lemas itu di goncang "apa yang kau lakukan,kau membunuh adukmu ?, kau membunuhnya !!!" Teriakan itu tak disahuti Ruby merasa dirinya tak sanggup lagi bekata apapun selain membisu dan terus terisak dengan tangisnya begitu menyakitkan kenyataan yang harus ia lihat dan rasskan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN