"Ibu ngapain ke sini?" tanya Ceril dengan wajah terkejut. Ia sangat tidak menyangka jika Jeni sampai menyusulnya ke rumah Bik Aminah. Jeni tak menghiraukan pertanyaan dan raut terkejut dari Ceril. Ia memilih berjalan masuk ke rumah Bik Aminah dan duduk di ruang tamu sambil memijit kakinya. "Mana Bibikmu?" tanya Jeni sambil mengedarkan matanya di penjuru ruangan. Ceril melihat itu tak lebih pengalihan dari pertanyaannya. "Ibu belum jawab pertanyaanku, Ibu ngapain ke sini?" desak Ceril. Jeni mendelik, wajahnya terlihat keruh menatap Ceril. "Suka-suka Ibu, dong! Kamu kenapa, sih, kayak gak seneng Ibu ke sini." Jeni menghela napas berat. "Asal kamu tahu, Ibu penuh perjuangan biar bisa sampai ke sini!" Ceril menggeleng, merasa ada yang salah dengan ungkapan Ibu. "Gak ada yang nyuruh Ib

