Ceril memutar-mutar gelas berisi milk shake yang dipesannya setengah jam yang lalu. Sudah hampir satu jam ia menunggu di kafe outdoor pilihannya ini, tapi orang yang ingin menemuinya itu juga belum menampakkan diri. Tadinya Ceril mengira ia yang akan ditunggu, nyatanya ia yang menunggu, seakan-akan di sini ialah yang berkepentingan. Napas panjang terembus samar di bibir Ceril, punggungnya sudah ia sandarkan pada kursi. Kemudian ia mengedarkan mata ke penjuru ruangan, hanya ada beberapa pengunjung, rata-rata berpasangan. Sialnya hanya meja Ceril yang solo. Mengenaskan. Akan tetapi kekesalan yang sempat mengganggunya tidak berlangsung lama saat menyadari kafe pilihannya ini cukup menarik. Dekorasi kafe terlihat unik dan menyejukkan. Di setiap sudut terdapat taman gantung dan lampu gantung

