"Lo suka, ya, sama Ceril?" Lusi mengerutkan alisnya dengan mimik curiga. Berhubung yang dighibahin lagi nggak ada, maka Lusi menyuarakan kekepoannya. Sekarang ini mereka sudah turun dari bus. Katanya butuh beberapa jam lagi baru sampai di desa yang dimaksud Ceril. Lusi dan Jordi ngikut saja, toh mereka yang ngotot mau ikut. Ngomong-ngomong soal Om Wira, pria paruh baya itu juga ikut turun. Mereka tidak banyak bicara. Om Wira hanya berpesan agar tidak gegabah di kota orang. Bagaimana pun juga kejahatan bisa di mana saja. Begitu katanya setelah nyelonong begitu saja—entah kemana. Jordi mengalihkan fokusnya dari pop mie yang sedang ia seduh. "Pertanyaan lo gak nanggung-nanggung, ya." Posisi mereka ini sedang duduk di ruang tunggu halte sambil menunggu Ceril balik dari toilet. "Gak na

