"Udah tidur Alennya?" Aira mengangguk sebagai jawaban, lalu mengambil posisi di single sofa samping Rani yang berhadapan dengan Gandha dan Naka "Jadi kalian kembali bersama?" Gandha mengenggam tangan wanita yang ada di sampingnya lantas mengangguk mantap. "Wanita ini, yang sedari awal Abang pilih untuk menemani sisa umur Abang dan jadi ibu dari anak-anak Abang. Bukan.. dan gak akan tergantikan dengan wanita lain," tegas Gandha tanpa melepas genggamannya yang kini justru semakin erat. Naka tersenyum samar mendengar ucapan Gandha. Namun senyum itu tak bertahan lama dan terganti dengan dengusan sebal saat mendengar ucapan Aira, "cih sok romantis. Dulu aja masih sayang mantan sampe lupa masa depan." "Aira," desis Gandha dengan tatapan tajamnya. "Sudah sudah," pisah Bara. "Kalo memang

