'Brakk! Wanita itu tersentak saat mendengar pintu yang dibanting keras serta bentakan yang tak kalah menggelegar. "Bangun Jalang!" Bentak pria itu. Wanita yang masih menahan sakit di perutnya itu membuka matanya dan mendudukan dirinya perlahan sembari memeluk perutnya yang nampak sedikit membuncit. Pria itu tersenyum miring, ia berjongkok tepat di hadapan wanita itu. "Bangun sayang, kamu tau harus bekerja kan," ucapnya lembut yang justru membuat wanita itu beringsut ketakutan. Dengan segenap keberaniannya wanita itu mengangguk pelan, "bagus," sentak pria itu mencengkram rahang wanita itu. Pria itu bangkit dari posisinya dan menepuk telapak tangannya beberapa kali seolah menyingkirkan noda yang ada di tubuhnya, "dengar," ucapnya tajam memandang wanita yang masih menundukkan wajahnya

