Shana menutup pintu dan menguncinya. Ia segera menapaki tangga untuk kembali ke kamarnya. Meski Shana merasa lega karena ponselnya sekarang sudah tidak disadap, Shana masih menyimpan pertanyaan. Benarkah ia tidak punya rahasia apa-apa? Ah, tapi sudahlah. Sepertinya memang tidak ada yang penting selain rencana penyelidikannya dengan ketiga temannya. Gawat kalau sampai pelaku penyadapan ini juga adalah pelaku pembunuhan di kampus mereka. Shana meletakkan ponselnya di nakas. Tangan Shana bergerak menaikkan volume suara televisinya. Shana naik ke ranjang dan menarik selimut sebatas d**a. Ia sebenarnya belum merasa mengantuk, tapi ia tiba-tiba saja merasa ketakutan untuk alasan yang tidak jelas. Besok pagi Shana harus ke kampus. Kelas pertamanya sebagai seorang mahasiswi adal

