Serena sekarang tinggal berdua dengan Kenzie. Ada yang aneh dengan sikap kakaknya. Ia tahu jika Ken jenis cowok yang lain daripada yang lain. Diam seketika dan kadang bisa jahil dalam waktu yang sama. Hanya saja kali ini tampak berbeda. “Kak,” panggil Serena pada cowok yang posisinya duduk di sofa, yang fokus pada ponsel dihadapan dia. Memberengut saat panggilannya tak mendapatkan respon, apalagi sahutan. Jelas sudah, kalau dia sedang memikirkan sesuatu hingga hanya badan yang ada di sini, sedangkan pikiran dia melanglang buana entah kemana. Melemparkan bantal ke arah Ken dengan sengaja, hingga membuat dia seketika tersentak kaget. “Ren!” kesal Ken mendapatkan perlakuan menyebalkan dari sang adik. “Kamu kenapa, sih? Aku dari tadi manggilin kamu loh, Kak. Berasa kayak ngomong sama pat

