"Arkan, aku cantik, kan? Kamu pasti suka penampilanku. Iya, dong, siapa yang bisa menolak pesona seorang Nadia, tapi jangan senang dulu. Kamu udah ninggalin aku, tidak semudah itu, ya,mendapatkan cintaku." Aku menghela napas melihat Nadia mengoceh sejak tadi, dia bertingkah seolah-olah sedang bicara dengan seseorang, padahal tak ada siapa pun di depannya. Tidak hanya itu, ekspresinya berubah-ubah dengan cepat. Kadang tersenyum, tiba-tiba terlihat muram. "Apa? Kau mau meninggalkanku?! Kenapa? Apa karena wanita lain? Kurang apa aku? Aku sangat cantik, seksi, dan sangat menarik, kan?" Aku mengusap wajah melihat tingkah Nadia sekarang. Wanita itu tiba-tiba mengamuk, dia memban-ting apa saja yang dia pegang ke sembarang arah, sambil terus meracau. Dia juga menangis histeris dan memben-turka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


