Saga tersenyum sambil memejamkan mata ketika sepasang tangan memeluknya dari belakang. Rasa nyaman merambat pelan ke seluruh aliran darah membuat setiap inci tubuhnya dirasuki rasa nyaman. "Pagi, Sayang. Tidurmu nyenyak?" sapa Salsa menyandarkan kepalanya ke punggung tegap Saga. "Lumayan." Saga berbalik, lalu memasang tampang murung. "Akan lebih baik kalau kita tidur satu kamar, satu ranjang," sungutnya. Salsa tertawa kecil. Sepagi ini pria itu sudah merajuk. "Maka nikahi aku lagi," tantangnya. Jemari wanita itu bermain di rambut hitam lebat Saga. Saga merangkum wajah Salsa memandang dengan binar cinta. "Kapan? Besok?" Wanita itu terkikik. "Tidak. Kau tahu tujuan kita belum tercapai, bahkan aku baru saja mulai." Saga terdiam mendengar kata-kata wanita itu yang pagi ini terlihat sang

