"Apa semua ini benar ..." lirih Salsa parau. Saga melihat sekilas foto yang diperlihatkan Salsa, hening sejenak, lalu dia kembali menatap wanita itu. "Benar, itu aku. Wanita itu bahkan ada di sini menemaniku," ucap Saga dingin. itu udara yang dihirup Salsa laksana butiran kaca yang melukai pernafasannya. Perlahan dua kristal bening jatuh di pipi. Dia mati, bahkan sebelum kematian itu datang . . . Terdengar tawa kemenangan dari Nadia. Wanita itu puas melihat Salsa kembali terluka. "Ah ... Tuan Saga, kau melakukan hal yang benar dengan membuang wanita itu," ucap Nadia menunjuk Salsa dengan dagunya. "Sampah memang tempatnya di tempat sampah, bukan di sekitar kita. "Kau benar. Buanglah sampah di tempatnya," tukas Salsa cepat. Nadia mendelik, tersinggung dengan kata-kata Salsa. "Apa

