Ibu Femi terus menatap dengan mata yang tegas, seolah aku ini entah apalah. Aku pun pasrah saja dengan apa yang akan dia katakan dan juga berikan sebagai hukuman buat aku setelah ini. Ia lalu melangkah dan berhenti tepat di hadapan aku. "Yosy." "I... iya Bu Femi, saya minta maaf karena tidak mengerjakan tugas dan itu karena... saya sedang," aku bingung harus mengatakan apa sebagai alasan yang masuk akal. "Ya, ibu tahu bahwa kamu memang sedang mengalami hal buruk, dan kamu sedang tidak sehat sehingga kamu lalai kemudian lupa untuk mengerjakan tugas yang telah ibu berikan kepada kamu. Tapi ibu juga mengerti jika kamu butuh waktu yang tidak cepat untuk bisa menjauhkan semua perasaan itu. Perasaan ketika ditinggalkan orang yang kita sayangi, pergi untuk selamanya. Pertama, kamu kehilangan

