SELAMAT MEMBACA *** Sementara itu Rara yang tengah tidur di sebuah rumah sederhana tiba – tiba terbangun seperti mendengar suara Rey memanggil nya. Di sana Rey tengah menahan mati – matian rasa rindu nya tidak jauh berbeda dengan apa yang di alami Rara saat ini dia pun demikian dia sangat merasa kespian merasa sangat merindukan putra dan suaminya. Sedang apa mereka, apa sudah makan siang atau belum. Apa mereka hidup dengan baik atau malah sebaliknya Rara benar – benar di landa kekhawatiran mengenai nasib putra dan suaminya yang selama ini sangat tergantung pada dirinya. “Ikam sudah bangun kah?” ( kamu sudah bangun kah) Tiba – tiba seorang wanita paruh baya muncul dari balik pintu sambil membawa parang panjang seperti nya mau pergi. “Inggih cil, kenapa cil ai?” “Kada papa, acil han

