SELAMAT MEMBACA **** “Sayang .....” Rey melihat Rara tengah duduk di tengah ranjang dengan memeluk guling nya. “Ada apa??” “Kok judes banget sih, kenapa?” “Kenapa?” Rara bertanya dengan nada jutek nya. “Itu lihat, semua baju sama sepatu aku jadi kaya gitu. Semua itu kerjaan kakak kan?” “Iya, terus masalah nya apa?” Bukannya tidak tau Rara tengah marah Rey justri menjawab dengan cuek. “Masalah nya apa ???” “Iya, apa?” “Kakak pikir sendiri, capek ngomong sama kakak.” Rara segera bangkit dari kasur untuk keluar dari kamar. Namun dengan cepat Rey menarik pergelangan tangan istrinya itu. “Mau kemana, jangan keluar kalau masih marah. Jangan biasakan membawa marah keluar dari kamar apalagi rumah, jangan mengumbar kemarahan sembarangan.” “Apa sih kak, aku haus mau minum.” “Di

