“Ha—hai!” Jantungku berdebar-debar dengan kencang saat kucoba menyapa lelaki yang tengah tersenyum di sampingku. Sesungguhnya, tak ada yang pernah tahu bagaimana detak jantungku saat ini. Berkali-kali pun aku mencoba mengingatkan diriku bahwa ini hanya jalan-jalan biasa, tetapi pikiranku tak bisa pergi dari kalimat-kalimat yang diucapkan Stacy tadi pagi. “Are you okay?” Pertanyaan itu membuatku mendelik. Kuputar wajahku ke samping, kemudian aku menemukan tatapan penuh kekhawatiran yang membuatku langsung mengerjapkan mata dan mengembuskan napas panjang. “Y—ya,” Aku terkekeh untuk menutupi setitik rasa canggung dalam diriku. “ma—maaf membuatmu menunggu terlalu lama.” Kudengar Kang Minho mendesah berat. “It’s okay, Dannys. Aku hanya menghawatirkanmu dan....” Kupikir aku tahu apa yang a
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


