Dalam debaran yang tidak beraturan. Pertanyaan untuk sebuah keraguan. Namun rasa kagum mengalahkan pemikiran yang aneh. Ares menatap Dira dengan cara yang jenaka. Ia mencuri-curi pandang hanya untuk menikmati raut wajah Dira. Sementara yang ditatap, sama sekali tidak menyadari gerak-gerik Ares yang aneh itu. Ia sibuk melihat menu di pilihan minuman untuk ia pesan. Pengunjung café tidak terlalu ramai saat itu. Ares sudah selesai dengan pilihan makanan nya. Hanya Dira yang masih bingung memilih minuman antara milkshake tiramisu atau jus jeruk. Dira menghela nafas lega, ia mengambil keputusan dan pilihannya jatuh pada milkshake tiramisu. Ares memanggil pelayan café, dan mereka tinggal menunggu pesanan mereka datang. Dira menyisir keadaan sekitar dengan matanya “Kok tumben sepi yah! Padahal

