Banci!

1561 Kata

Abian bersikap dewasa dengan fikirannya. Ia menelan rasa kecewa tanpa harus menunjukkan rasa protesnya pada Olive. Ketika ia mengira Olive menghargai dirinya melalui cincin pernikahan mereka, ketika itu pula Abian tertampar oleh khayalannya sendiri. Ia merasa khawatir untuk wanitanya, tapi ternyata ke khawatiran wanitanya justru untuk pria lain. Bukankah kenyataan itu sudah jelas? Olive bukan kekasihnya, hanya wanita dalam genggaman ikatan formal. Abian terbuai dengan aroma tubuh Olive, rasa geli yang sudah berkumpul di ujung kegagahannya memberikan sensasi berdenyut. Terasa sesak untuk keluar. Rangsangan yang sudah berkumpul di ujung ubun-ubunnya untuk sejenak menghilangkan akal sehat Abian. Ia menghisap lembut bibir bawah Olive, menggoda wanita itu dengan sentuhan jemari tangannya. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN