Abian mengepal tangannya, ia geram dengan dirinya sendiri. Tapi manusia memang tidak luput dari kesalahan. Masalahnya, bagaimana Abian menyelesaikan permasalahan ini, ketika ia tau kalau Olive agak sensitive tentang Diy. “Sayang! Maaf ya, tadi aku….” Belum sempat Abian berbicara, Olive langsung memotong ucapan Abian, ini tentang kesabarannya yang sudah ia tahan sedari tadi, ia coba untuk mengerti keadaan suaminya. Olive berfikiran positif dan berperang dengan dirinya sendiri. Rasa cemburu itu kian besar karena di pupuk dengan fikiran negative yang terus menghantui Olive. “Udahlah!” ucap Olive dengan nada suaranya yang bergetar. Air mata masih mengalir di pipinya, ujung hidung dan bibirnya merona merah karena menangis. “Tapi aku bisa jelasin sayang!” “Aku nggak mau dengar apapun itu!”

