Aku menangkup cangkir berisi kopi latte, menyesapnya. Begitu menjauhkan cangkir dari bibirku, Alyan tersenyum melihatku. “Apa?” tanyaku bingung. Kami sedang bersantai. Berenang pagi sambil menikmati breakfast di kolam renang. “Di atas bibirmu.” Di atas bibirku busanya tertinggal, aku terkekeh dan menyeka. Kami berbagi makanan di atas nakas sampai habis. Begitu makanan habis, Alyan menaikkan nampan tersebut ke sisi kolam. Kami masih berenang, kadang aku naik ke belakang punggung Alyan. Memeluk leher juga memainkan rambutnya. Atau kami berlomba, dari ujung ke ujung siapa yang paling cepat berenangnya. Lalu pas adegan tahan napas, aku bisa lebih lama berada di bawah air, Alyan panik. Aku keluar dan tersenyum, mengusap wajah juga rambutku. “Itu terlalu lama, Fay.” Tanyanya khawatir.

