28. Mbah Lasmi

1530 Kata

Gila! Aku sudah gila sepertinya. Ini semua gila! Erlangga lebih gila! Bisa-bisanya menyuruhku pergi sendirian. Ah tidak, ini lebih baik daripada ditangkap klan Wariwar dan jadi b***k mereka? Ah iya, di zaman ini p********n mungkin saja masih terjadi. Bisa saja mereka memeprlakukanku dengan tidak manusiawi, setelah tertangkap. Pikiranku terus berkecamuk sementara kakuku terus berlari menapaki jalan tanah yang cukup basah dan berlumpur ini. Napasku mulai tidak teratur. Tidak, aku tidak boleh berhenti, sebelum menemukan Desa yang disebutkan Erlangga. Kakiku sakit, sumpah! "Aww!" teriakku tanpa sadar, saat tersandung ranting pohon yang tidak terlihat. Untung saja aku tidak jatuh. Terpaksa aku berhenti sejenak, menepi dan duduk menyelonjorkan kaki. Waspada mataku mengamati sekitar.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN