"Sayang!" Gerrald masuk ke dalam ruang persalinan dengan Kara yang sudah mengedan hampir dua puluh menit didampingi kanjeng mami. Keringat nampak membanjiri pelipis istrinya yang cantik. Gerrald segera meraih jemari Kara, menatap istrinya yang sudah nampak kelelahan. "Ayo, aku udah disini," bisik Gerrald sambil mengusap lembut kepala istrinya yang nampak bersandar lunglai. "Dede gak mau keluar," kata Kara terbata-bata. Airmatanya sudah merebak "Gak papa, jangan nangis Sayang, ayo kamu pasti bisa," bisik Gerrald lagi lalu mencium mesra kening istrinya. Kedatangan Gerrald memberi semangat dan dorongan yang semakin kuat dari dalam sana. "Nona, istirahat dulu." Dokter mengingatkan Kara agar tidak memaksa juga supaya ia tidak kehilangan banyak tenaga karena dede bule belum juga mau kelua

