Pemuda berambut hitam legam itu menghentikan langkahnya saat berada di depan puluhan zombie yang masih berusaha menyerang, sedangkan di depan mereka ada puluhan anggota militer yang menembakan peluru berulangkali sampai suara tembakan terdengar saling bersahutan. "Hentikan!" Tahannya dengan berdiri di antara zombie dan juga anggota militer yang jadi menahan tembakan mereka, memandangi pemuda yang kini berdiri dengan tatapan dinginnya itu. Komandan Anjas yang kini memimpin anggota timnya menegakan tubuh, mengernyitkan dahi melihat Theodoric yang menutupi pandangan para zombie dengan asap mengepul yang hanya berkerumunan di sekitarnya dan juga para zombie. Tidak mengenai atau pun merambat ke udara dan mengenai anggota militer yang tengah bertahan. "Jangan tembak lagi, mereka hanya kehil

