Sosok berambut perak panjang sampai sebetisnya itu berdiri menjulang tinggi dengan tatapan mengarah pada sosok yang kini terbaring di atas batu berkilauan di depannya. Terbaring tidak berdaya dengan sesekali meringis kesakitan. Asap yang mengalir keluar dari tubuhnya membuat keringat pemuda itu bercucuran sampai pakaiannya lembab tidak tersisa. Sosok perempuan yang bersamanya itu hanya bisa mengamati keadaannya tanpa bisa berbuat banyak untuk pemuda yang tengah kesakitan itu. Tangan sosok yang memakai mahkota dari tanduknya sendiri itu menjulurkan tangannya membuat akar-akar merambat keluara dari jantung pohon abadi. Akar itu perlahan merambat dan meneyentuh kedua pergelangan tangan laki-laki itu. Kemudian ujung-ujung akar pohon abadi menyentuh urat lengannya seperti mengalirkan sesuatu

