"Eh eh! Sini lo." Ujar Mbak Dewi penuh semangat memanggilku dengan jari telunjuknya. Dengan malas aku langsung berjalan ke meja Mbak Dewi "Ada apa sih Mbak? Hayati butuh duduk Mbak." Kataku dengan wajah memelas. Mbak Dewi menatapku penuh selidik "Lo utang cerita ke gue , cerita yang selengkap-lengkapnya." Aku memutar bola mataku malas , Mbak Dewi ini cara ngomongnya memang gak sesuai dengan umur tapi jiwa keibuan dan persaudaraannya patut di acungi jempol. "Mulai dari mana dulu? gue bingung gimana ceritanya. Haruskah pake daftar isi? Prolog? Isi cerita? Atau---" "Ada hubungan apa lo sama Pak Tama?" Tanya Mbak Dewi langsung "Temen Mbak" jawabku sedikit gugup "Demi apa?" Tanyanya lagi dengan tatapan menyelidik "Dih! Gak percay---" "Elena gue sumpahin lo mati dalam keadaan perawan ya?

