"Lo apa-apaan sih? Kan bisa ngomong baik-baik , nggak usah kayak gitu juga." Ujarku berapi-api , setelah Tama menyeretku ke ruangannya. Tama menatapku kesal "Na , untuk kali ini tolong jangan pura-pura bego. Lo juga tau kan maksut tu orang ngasih bunga dan datang kesini tu apa jadi saran gue , mending di tegasin dari sekarang. Jangan sampe kejadian yang du---" Aku menghembuskan napasku kasar "I know , Tam. don't discuss that again." Ujarku dengan mata berkaca-kaca Sedetik kemudian Tama langsung menarikku ke dalam pelukannya "Sorry , Na. Gue nggak ada maksut bikin lo ingat lagi kejadian itu. Gue---" Tama menghembuskan napasnya kasar. "Sampe sekarang , gue masih nggak bisa maafin diri gue sendiri karna kejadian itu. Lo nggak harus ngejaga perasaan orang , Na. Walaupun penolakan lo bikin d

