Bab 41

1022 Kata

"I'm serious, Elena." Ujarnya tegas , memperingati. Aku memutar bola mataku malas. Pemilik suara tegas yang saat ini menatapku tajam itu selalu berhasil membuatku deg-degan. Tolong jangan bilang kalo aku gagal move on , karna ini hanya sebatas rasa nyaman. Lebih tepatnya , perasaan yang memang sengaja di batasi.  Sejak putus , Tama dan Aku sepakat untuk berteman. Ya! Walaupun harus melalui segala bentuk perdebatan argumen. Tama masih sama dengan Tama yang pertama kali ku kenal , tidak ada yang berubah darinya. Bahkan sampe saat ini. Sedangkan aku terus memberi jarak dan sering kali menolak perhatian-perhatiannya yang ku anggap berlebihan. Masih ingat , waktu aku bilang Tama baik sebagai sahabat? Dan ya! Tama pun seperti itu. Akhirnya , Aku dan Tama memutuskan untuk berhenti membuat jar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN